Tradisi Ngaliwet Di Tanah Sunda
TRADISI NGALIWET DI TANAH SUNDA
Indonesia kaya akan tradisi
yang unik yang harus kita pelihara terus sampai kapanpun. Tradisi yang unik
yang satu ini adalah tradisi dari Jawa Barat, di tempat kelahiran ayah saya
yaitu Sukabumi. Salah satu tradisi unik ini adalah ngaliwet. Ngaliwet berarti memasak nasi liwet, nasi yang hanya ditanak
sekali dan dicampur dengan rempah-rempah yang membuat nasi ini lebih beraroma
dan enak. Untuk itu saya berhasil mewawancarai ayah saya untuk mendapatkan
informasi terkait salah satu tradisi dari tanah kelahiran ayah saya yaitu ngaliwet.
Di tanah kelahiran ayah saya,
ngaliwet
biasa dilakukan setiap ada warga yang ternak ikan, perkebunan, atau sawahnya
sedang panen. Biasanya tradisi unik ini tidak hanya acara makan bersama saja
tapi ada beberapa ritual didalamnya. Ada ritual masak bersama, mulai dari
patungan membeli bahan makanan atau siapapun bisa menyumbang bahan makanan
mentah untuk dimasak bersama sama.
Biasanya ngaliwet
lauknya bisa apa saja sesuai dengan selera, modal keuangan dan ketersediaan
bahan makanan. Biasa disajikan bersama ikan mas atau ayam bakar, atau bisa juga
disajikan dengan yang lebih sederhana yaitu dengan lalapan, ikan asin dan
sambal. Biasanya ikan asinnya dimasak cukup dengan disimpan di atas nasi yang
sudah hampir matang.
Hal yang unik dari tradisi
ini adalah jika semuanya sudah matang, nasi liwet dan lauknya akan disajikan
diatas beberapa lembar daun pisang sebagai pengganti piring untuk alas makan.
Semua nasi, lauk pauk dan lalapan yang sudah dimasak disebar diatas daun pisang
tersebut dan dibagi rata keseluruh bagian daun pisang sesuai dengan jumlah
orang yang ikut serta dalam ngaliwet ini.
Cara makan nasi liwet yang
seperti ini akan mempererat silaturahmi dan kekeluargaan. Biasanya ngaliwet
akan diadakan diluar rumah seperti di pinggiran sawah, kebun, atau di tempat
lainnya agar lebih terasa tradisionalnya yang sudah dilakukan oleh masyarakat
Sunda sejak dulu dan sudah turun temurun.
Source : Wawancara Orang Tua
Komentar
Posting Komentar